Home » , , , , » Tips dan Info Lengkap ke Bukit Sikunir

Tips dan Info Lengkap ke Bukit Sikunir



Jika kita jalan-jalan ke kawasan Dataran Tinggi Dieng, rasanya kurang lengkap jika kita tidak menyempatkan diri menikmati golden sunrise-nya puncak bukit Sikunir.

Puncak Sikunir saat ini menjadi lokasi favorit bagi para pemburu spot menarik untuk berfoto ala adventure, alias sedang ngehits dikalangan instagramer. Bagaimana tidak, dengan mendaki kurang lebih 40 menit saja kita bisa menikmati pemandangan ala pendaki di puncak gunung yang tinggi. Kita serasa berdiri diatas awan dengan background gunung Sindoro yang gagah tinggi menjulang yang akan menambah kesan artistik pada jepretan foto kita.

Tapi banyak yang kurang tau alias kudet tentang hal ini. Ada pula yang sudah menyempatkan diri ke Sikunir namun kurang beruntung tidak mendapatkan jepretan foto yang cantik, karena mereka kurang tau tips dan infonya.

Oke kita mulai reviewnya bagaimana caranya bisa mendapatkan pengalaman sekaligus mendapatkan jepretan foto terbaik walau dengan kamera ponsel.

Berikut saya jabarkan tips menikmati pemandangan bukit Sikunir.

● pilih home stay yang tak jauh dari titik awal pendakian. Tak perlu harus di desa Sembungan, yang terpenting masih bisa dijangkau dan tak membutuhkan waktu terlalu lama. (Menurut saya penginapan di sekitar jalan Telaga Warna sangat strategis, dekat dengan keramaian Dieng dan juga masih terjangkau ke Sikunir)
● istirahat lebih awal, agar kita bisa bangun dini hari untuk mendaki bukit Sikunir.
● bangun pagi-pagi buta untuk segera berkemas menuju desa Sembungan, yaitu desa dimana bukit Sikunir berada.
● bawa perbekalan secukupnya saja, snack, dan air saja. Tak ketinggalan power bank buat mengantisipasi jika handphone kita lowbat (gak bisa jeprat-jepret ntar, hehee). Jangan lupa juga bawa jaket tebal, karena keluar dini hari udaranya dijamin menusuk tulang.
Jangan lupa juga bawa jas hujan buat jaga-jaga.
● kalau lupa bawa snack jangan kuatir, di desa Sembungan banyak penjual makanan. Bahkan disana ramai kaya pasar malam.
● jika belum tau arah menuju desa Sembungan, gunakan gps di handphone. Atau tunggu didepan home stay pasti sekitar jam 3 dini hari banyak kendaraan lalu-lalang menuju ke desa Sembungan, karena bukit Sikunir ini sudah menjadi destinasi wisata wajib di Dieng.
Lalu ikuti mereka, atau untuk lebih pastinya tanyakan dulu apakah tujuan mereka ke Sembungan.
Jangan ngarep tanya orang dijalan, jam 3 dini hari suasana masih gelap, gak mungkin ada orang nongkrong di pinggir jalan.
● setelah sampai di desa Sembungan, jangan lupa bayar tiket masuk sebesar Rp 10.000/orang dan biaya parkir Rp 5.000/motor dan Rp 10.000/mobil.
Agak mahal memang, tapi gak apa-apalah sekali-kali buat bisa menikmati golden sunrise.
● parkir kendaraan kita ditempat yang aman jauh dari keramaian. Takutnya kesrempet-srempet orang lewat atau hal-hal lain. Karena disana tempat parkirnya tanah lapang yang sangat luas dan ramai seperti pasar malam.
Saran saja tempatkan kendaraan kita di tepi danau, kalau bisa di tempat yang teduh, sewaktu-waktu kita kesiangan turun dari Sikunir, kendaraan kita tidak kepanasan. Jangan lupa kunci ganda buat jaga-jaga.
Jangan lupa juga kasih patokan, biar nanti gak keder mencari kendaraan kita sendiri. Maklum saja, parkir pas gelap, waktu pulangnya siang pasti keder dikit. Hehee...
● jangan lupa sebelum mendaki regangkan otot-otot tubuh buat pemanasan.
● dan yang terpenting, jika sampai puncak cuaca tetap berkabut, jangan pulang dulu, tunggu saja, biasanya setelah pukul 07.00wib kabut akan menghilang dengan sendirinya.
Menurut pengalaman saya, banyak pengunjung yang turun mengurungkan niatnya karena cuaca berkabut, padahal jika mau bersabar sedikit,cuaca pasti akan cerah jika matahari sudah mulai terik. Kecuali jika terjadi hujan. Kalau cuma gerimi kecil jangan takut, tunggu aja...
Karena menikmati puncak Sikunir tidak hanya untuk sunrise saja.
Matahari mulai terik pun suasana tetap asyik buat berfoto-foto ria.

******

Setelah memahami tips saya diatas, mari kita ikuti review perjalanannya.

Setelah parkir kendaraan kita disekitar danau Cebong, lalu kita berjalan ke arah timur menuju titik awal pendakian. Kalau bingung tanya saja pada orang yang ada disana.

Sebaiknya sebelum mendaki mampir dulu di warung sekitar, untuk sekedar membeli jajanan mengganjal perut sebelum perjalanan mendaki.

Jajan gorengan dulu kita

Makan gorengan bikin hangat badan

Rame kaya' pasar malam

Setelah istirahat sembari makan makanan kecil, perjalanan dilanjut menuju timur dengan mengikuti jalan paving yang sudah rapi. Baru setelah berjalan sekitar 10 menit keadaan jalan menjadi jalan setapak namun cukup lebar dan sudah ditata dengan batu, dipinggirnya juga sudah dipasang pembatas sebagai pengaman.
Jadi walau berjalan pada malam hari tetap aman.

Susana di jalur pendakian

Biasanya untuk pagi hari menjelang sunrise, sepanjang jalur akan dipenuhi para wisatawan yang ingin menyaksikan golden surise, jadi jangan kuatir kesepian dijalan. Disini suasana seperti pasar tiban.

Jika menjelang sunrise cuaca masih berkabut, jangan kecil hati, tetap saja mendaki dan tunggu saja sampai kabutnya menghilang.
Karena menurut pengalaman kami, para wisatawan mulai kecewa saat sunrise masih diselimuti kabut, sekitar jam 6 pagi para wisatawan mulai turun dengan kekecewaannya.

Susana berkabut, para wisatawan banyak yang memilih turun.

Sekedar tips, jika menjelang puncak cuaca masih berkabut, biasanya jika kabut sangat tebal akan disertai gerimis kecil.
Sebaiknya berhenti di pos terakhir sebelum puncak. Karena disini ada toilet, mushola dan gazebo, jadi jika tiba-tiba cuaca menjadi hujan, kita bisa berteduh disini.

Tapi jika cuaca membaik (biasanya menjelang jam 7, saat matahari mulai terik, kabut akan menyingkirkan dengan sendirinya) kita bisa meneruskan perjalanan ke puncak.

Karena dari sini perjalanan untuk menuju ke puncak cuma sekitar 5 menit pendakian.


Sambil nunggu kabut menyingkir, selfie-selfie dulu kita

Jam 7 pagi kabut mulai menghilang

Langsung lanjut lagi pendakian menuju puncak

Sekali lagi, puncak Sikunir tetap indah walau bukan saat sunrise. Justru waktu yang tepat untuk berfoto ketinggian itu antara jam 6 sampai jam 9 pagi. Karena waktu-waktu seperti itu pencahayaannya sangat tepat untuk fotografi walau hanya dengan kamera ponsel.

Satu lagi, puncak Sikunir ini sangat luas, disana banyak puncakan-puncakan dan spot-spot terbaik untuk selfie. Jadi jika sampai puncak jangan malas untuk berkeliling mengitari area puncak untuk mendapat spot terbaik jepretan foto kita.

Kalau gak percaya, lihat niihh hasil jepretan saya dengan kamera handphone ASUS ZENFONE 2. Tanpa edit atau tanpa aplikasi tertentu, alias natural.

Oiya, bisa dilihat dari foto dibawah ini, walau beberapa menit sebelumnya menjelang puncak sangat ramai dipenuhi para wisatawan, namun karena mereka tidak mau bersabar dan memilih turun. Jadinya saat kabut menyingkir suasana sangat sepi. Hanya ada beberapa wisatawan saja yang tetap asyik menikmati puncak Sikunir.










Setelah puas menikmati pemandangan di puncak Sikunir dan puas berfoto-foto juga, hendaknya segera kita turun, karena cuaca di puncak sangat panas jika hari mulai siang.
Karena setinggi-tinggi kita mendaki, turun adalah jalan terbaik setelah sampai puncak.

Oiya setelah kita turun jangan lupa beli oleh-oleh khas Dieng yaaa...





Jika foto-foto diatas belum bisa memberi gambaran kondisi disana secara real, silahkan tonton video berikut ini:


Mungkin ini saja review perjalanan saya ke bukit Sikunir kemarin. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang ingin melancong kesana.
Selamat Bertualang,

Salam traveler mania...
Dari saya Ahmad Pajali Binzah

*************************************
*************************************


*****

Thanks for reading & sharing Ahmad Pajali Binzah

Previous
« Prev Post

1 comments:

recent posts