Home » , , , » Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Lemahabang, Doro, Pekalongan.

Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Lemahabang, Doro, Pekalongan.


Dulu jika mendengar kata "Wisata Pekalongan" mungkin yang terbesit dalam pikiran kita hanya wisata pantai, wisata Linggo Asri dan satu lagi wisata kulinernya.

Tapi lima tahun belakangan ini, muncul destinasi wisata dan tempat-tempat wisata baru. Mulai dari Petungkriyono yang mulai bebenah dengan destinasi wisata alamnya, mulai dari curug, wisata pendakian, kebun stroberi, river tubing, hingga kopi Owa Jawa yang terus dieksplore hingga mendongkrak nama Pekalongan.

Begitu juga dengan tempat-tempat lain seperti Lebak Barang, Kandang Serang, Talun, Lolong DLL.

Dan akhir-akhir ini, kurang lebih satu tahun belakangan, muncullah nama baru di dunia pariwisata Pekalongan, kini mulai populer nama desa Lemahabang, kecamatan Doro. Setidaknya ada dua lokasi wisata baru di Lemahabang ini, yakni Watu Bahan dan curug Madu Resmi.

Dan disini saya akan mencoba mereview lokasi wisata tersebut.

Oke kita mulai reviewnya.
Diantara dua lokasi wisata baru tersebut, kali ini saya lebih fokus untuk membahas wisata Watu Bahan. (Untuk curug Madu akan saya ulas di lain artikel)

Pertama-tama untuk mencapai desa Lemahabang, kita bisa menggunakan kendaraan pribadi, dari pasar Doro kita belok ke kanan menuju arah Karanganyar, sekitar 200 meter dari pasar, setelah melewati jembatan, kita akan bertemu pertigaan, kita ambil kiri menuju ke arah selatan. Kita lurus saja terus sekitar 5km, hingga bertemu pertigaan Lemahabang.

Jika kita pengguna transportasi umum, dari Kota Pekalongan cukup naik bus jurusan pasar Doro, lalu dilanjut naik ojek ke desa Lemahabang.

Karena rumah saya berada di Desa Jrebeng Kembang kec. Karangdadap, tepatnya di dukuh Kedolon, jadi untuk perjalanan kali ini saya lebih memilih menggunakan sepeda motor karena lebih praktis dan ekonomis.


Oke kita lanjut reviewnya,
Jika telah sampai di pasar Doro, tujuan utama kita adalah ke desa Lemahabang.
Dan setelah berkendara sekitar 15 menit dari pasar Doro, kita akan sampai di pertigaan Lemahabang, di pertigaan ini jika kita akan menuju Watu Bahan kita ambil kanan, namun jika curug Madu yang kita tuju kita ambil kearah kiri.

Atau kita bisa mampir dulu di rumahnya mas Alam Kartika Milana yang berada tepat di pertigaan Lemahabang, karena rumahnya mas Alam tersebut juga dijadikan sebagai pusat informasi wisata Lemahabang.
Dan pengalaman saya mampir di rumah mas Alam ini, penyambutan sangat ramah, bahkan dia bersedia menjelaskan dan mengantar saya jalan-jalan ke semua spot menarik di desa Lemahabang ini.

Saya (jaket orange) mas Alam (kaos putih) Antok (jaket abu) sedang berpose didepan pusat informasi wisata Lemahabang yang rumahnya terletak tepat di pertigaan.

Oke, berhubung kali ini saya akan mereview wisata Watu Bahan, jadi perjalanan dilanjutkan lurus mengikuti plang petunjuk arah, dari pertigaan ini akan menempuh jarak sekitar 3km dengan jalan aspal mulus, namun sekitar 1km sebelum lokasi wisata, kondisi jalan belum beraspal masih jalan batu.

Plang petunjuk arah, nampak jalan masih berbatu

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3km dengan kondisi jalan yang cukup menantang, dan memakan waktu sekitar 10 menit, akhirnya kita akan sampai di area wisata Watu Bahan adventure dengan membayar retribusi sebesar Rp 5.000,- dan biaya parkir Rp 2.000,-

Disini tempatnya sangat asri dan sejuk, letaknya di lembahan yang diapit dua punggungan dengan hutan yang masih alami, disebelah barat parkiran juga terdapat pohon selfie yang berdiri dipinggir sungai yang airnya sangat jernih.

Dilokasi ini juga terdapat deretan warung makan, mushola, area parkir yang sangat luas, ada juga wahana flaying fox. Bahkan komunitas-komunitas tertentu sering mengadakan acara disini, seperti jambore, camping, dan acara motor trail.

Area parkir

Plang petunjuk arah ke parkiran

Jembatan menuju pohon selfie

Duduk santai di pohon selfie sembari menikmati gemericik aliran sungai.

Jangan lupa ngupi...

Setelah istirahat dan bersantai-santai ria sambil menikmati kopi, perjalanan kembali dilanjutkan menuju lokasi Watu Bahan.

Dari area parkir menyeberang jalan menuju ke timur mengikuti plang petunjuk arah. Perjalanan menanjak mengikuti trek yang sudah tertata rapi. Di sepanjang jalur kita juga bisa menemukan spot-spot menarik untuk sekadar bersantai atau berfoto-foto ria.

Trek menuju lokasi Watu Bahan

Di sepanjang jalur banyak tempat duduk untuk sekedar istirahat atau menikmati pemandangan.

Sebelum sampai di Watu Bahan, disini juga terdapat Tambi Cinta, yakni pohon dengan akar yang unik.

Setelah berjalan menanjak selama sekitar lima menit, kita akan sampai di lokasi yang sangat fenomenal ini, yaitu jejeran balok-balok batu besar yang tertata rapi hingga tinggi menjulang. Sesaat seketika sampai disini, kita akan langsung takjub disuguhi pemandangan yang sangat luar biasa ini.

Selamat datang di Watu Bahan.

Saya sedang mengamati Watu Bahan.

Sahabat saya sedang terheran-heran, hahaa...

Deretan balok batu ini jumlahnya sangat banyak, mungkin jika digali lebih dalam lagi tentunya kita akan menemukan deretan balok batu yang jumlahnya jauh lebih banyak. Mungkin juga seluruh bukit ini adalah terdiri dari ribuan balok batu yang membentuk struktur bukit, dan tentunya masih dibutuhkan peran pemerintah daerah dalam mengeksplorasi kawasan ini untuk mengungkap misteri Watu Bahan agar sumber daya yang dimiliki di desa Lemahabang ini bisa mengangkat citra kabupaten Pekalongan dalam dunia pariwisata maupun sejarah ilmu pengetahuan.

Oke kembali ke topik, setelah kita sampai di lokasi Watu Bahan, kita bisa berjalan mengitari lokasi balok-balok batu sambil mengamati fenomena alam ini.
Disini kita boleh berfoto, memegang  atau sekedar mengamati batuan tersebut, namun dilarang keras mencoret-coret, naik ke bagian batu atau berusaha mengubah posisi struktur batuan.

Oiya, setelah berjalan mengitari lokasi Watu Bahan, disini juga terdapat pohon selfie yang dapat digunakan untuk bersantai menikmati pemandangan atau sekedar berfoto-foto ria.

Pohon selfie, cocok untuk yang gemar fotografi.

Saya lagi belajar memotret. Hahaa...

Santai sejenak

Deretan Watu Bahan

Di deretan Watu Bahan ini juga terdapat air terjun, masyarakat sekitar sering menyebutnya Curug Menhir. Namun saat kami datang ke lokasi ini, debit air di curug Menhir sangat kecil, menurut info hanya saat-saat tertentu debit airnya lumayan deras.


Oiya, mengenai berbagai macam pendapat tentang Watu Bahan ini, banyak cerita atau versi yang berkembang di kalangan masyarakat luas.
Banyak yang berpendapat bahwa Watu Bahan tersebut merupakan bakal bahan untuk membuat bangunan masjid, ada pula yang mengatakan bahwa itu merupakan candi peninggalan Mataram kuno, ada pula yang berpendapat bahwa itu ada kaitannya dengan situs Gunung Padang di Jawa Barat.

Dan ada pula yang menghubung-hubungkan dengan hal mistis yang mengatakan tempat ini merupakan portal menuju ke dimensi dunia lain.
Yang seakan informasi tersebut mendahului hasil penelitian secara ilmiah dan justru akan menyesatkan pola pikir masyarakat luas.

Karena perlu diketahui, jenis batuan yang membentuk balok-balok batu tersebut merupakan proses alam biasa yang terbentuk oleh proses geologi (yang sering disebut Columnar Join), dimana hal tersebut juga terjadi di berbagai wilayah di belahan bumi ini.
Berikut saya lampirkan foto-foto serupa yang saya ambil dari google:






Tetapi jika dibandingkan dengan situs Gunung Padang di Jawa Barat, memang ada beberapa kesamaan, diantaranya jenis batuan alam yang serupa. Namun pertanyaannya sekarang, apakah situs Watu Bahan ini ada campur tangan peradaban manusia seperti yang terjadi di situs Gunung Padang...???

Seperti yang kita ketahui, situs Gunung Padang adalah bangunan punden berundak yang terbuat dari balok-balok batu vulkanik yang terbentuk oleh proses alam namun telah disusun oleh peradaban manusia di masa lampau.

Sementara di Watu Bahan ini, perlu kajian penelitian lebih lanjut, apakah bentuk strukturnya terjadi secara alami atau ditata oleh tangan-tangan peradaban manusia.

Biarlah pemerintah sebagai pihak yang berwenang bersama team arkeolog untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Agar misteri keberadaan batuan tersebut terungkap lebih jelas.

Situs GUNUNG PADANG saat saya mereview perjalanan kesana

Sketsa Gunung Padang.

Karena penasaran, saya tanyakan hal ini di forum, dan dijawab oleh pak Tjahja Tribinuka, beliau sebagai orang yang berkompeten dalam bidang percandian dan budaya Nusantara, beliau menjawab sebagai berikut:



Namun apapun itu, bagi kita-kita yang hobi traveling atau sekedar jalan-jalan mencari spot fotografi terbaik, melancong kesini dijamin punya kesan tersendiri dan sangat menyenangkan.

KESIMPULAN

Kelebihan:
● lokasi wisata ini cenderung masih baru, otomatis masih ngehits dan wajib dikunjungi.
● lokasinya yang masih asri dan adem membuat suasana menjadi sangat menyenangkan.
● tiket masuk yang relatif masih terjangkau dan fasilitas yang sudah sangat memenuhi standar, mulai dari area parkir, camping ground, mushola, toilet, pohon selfie, deretan warung makan, jalur yang sudah tertata rapi, dll.
● harga makanan di warung sekitar lokasi masih sangat wajar, jadi jangan ragu-ragu mampir ke warung untuk sekedar menikmati secangkir kopi atau gorengan yang tersaji hangat.
● trek dari parkiran ke lokasi Watu Bahan yang relatif dekat hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit membuat tempat wisata ini bisa dikunjungi bersama keluarga, dan bisa mengajak balita.
● disepanjang jalur banyak lokasi untuk berselfie-selfie ria, jadi buat yang suka narsis disini surganya.


Kekurangan
● akses jalan menuju lokasi wisata ini masih perlu diperhatikan oleh pemerintah, karena bagaimanapun juga kondisi akses jalan sangat mempengaruhi minat seseorang untuk datang ke suatu tempat.
● di sekitar Watu Bahan belum ada gazebo atau gardu untuk berteduh. Jadi jika hujan tiba-tiba datang pengunjung akan berlarian menuruni jalur menuju parkiran, dan ini sangat berbahaya dan mengurangi kenyamanan.

Untuk lebih jelasanya silahkan tonton video saya berikut ini:


Demikianlah review perjalanan saya ke lokasi wisata Watu Bahan, Lemahabang, Doro. Semoga membantu bagi teman-teman yang ingin berkunjung kesana.

Semoga bermanfaat, salam traveler mania...
Saya Ahmad Pajali Binzah

*************************************
*************************************


BACA JUGA:

*****

Thanks for reading & sharing Ahmad Pajali Binzah

Previous
« Prev Post

6 comments:

  1. weww...penelitiannya belum ada hasil juga ya? penasaran deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengenai hal ini sudah saya tanyakan pada orang yang berkompeten dalam bidang ini, beliau menjawab bahwa itu batuan columnar joint, hasil proses dari geologi.

      Bukan seperti yang ditulis dalam artikel mbak Inayah, yang berpendapat bahwa itu gak mungkin hasil dari proses alam, apalagi mbak juga berpendapat batuan itu merupakan portal ke demensi alam lain...

      Coba baca lagi artikel saya ini, dibagian akhir sudah saya cantumkan capcure pernyataan orang yg ahli di bidangnya,
      silahkan juga klik nama beliau untuk melihat profil fb nya...
      makasih...

      Delete
  2. Bukit pramboko desa lemav Abang kecamatan doro kabupaten Pekalongan itu seperti apa mas bro?

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Maaf saya blm mendapat infonya...
      Biasanya sahabat saya akan kasih info jika ada destinasi wisata baru di Pekalongan...
      Mungkin info tersebut msh bersifat private dan blm dipublikasikan atau msh dalam eksplorasi warga setempat...

      Delete

recent posts