Home » , , , » Pendakian Gunung Lembu, Berikut Tips dan Info Lengkapnya.

Pendakian Gunung Lembu, Berikut Tips dan Info Lengkapnya.


Sebuah review perjalanan mendaki seorang diri.


Ingin mendaki gunung yang gak terlalu menguras tenaga, bisa mendaki dengan santai tapi kita tetap bisa menikmati view yang spektakuler? Jawabnya: mendakilah gunung Lembu di Purwakarta.

Yaa gunung yang mungil ini memang memberikan sajian yang khas dan enak buat nongkrong lama-lama di puncak tapi gak perlu cape' dan bisa juga tek-tok gak perlu bawa tenda.

Terus dimana siih letak gunung Lembu ini dan bagaimana akses menuju kesana...???

Oke, mari kita bahas...
Gunung Lembu terletak di kabupaten Purwakarta, tepatnya di kampung Panunggal Rt 006 Rw 003, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Sebenarnya gunung Lembu ini tidak masuk dalam kategori gunung, hanya sebuah bukit yang terletak di sebelah selatan waduk Jatiluhur. Namun dalam masyarakat kita setiap gugusan yang memiliki puncak cenderung disebut gunung.

Untuk menuju pos pendakian gunung Lembu ini, terlebih dahulu kita harus menuju kota Purwakarta, karena saya dari Jakarta saya lebih memilih menggunakan jasa angkutan kereta api, apalagi dari stasiun Jakarta Kota menuju stasiun Purwakarta jika menggunakan kereta lokal tarifnya sangat murah, yaitu hanya sebesar Rp 6.000,-


Tiket Kereta Lokal yang relatif murah.



Keadaan didalam gerbong, lumayan nyaman.


Stasiun Purwakarta, dengan patung yang gagah tinggi menjulang.

Dari stasiun kita bisa carter mobil angkot, karena tidak ada angkutan umum yang bisa mencapai ke pos pendakian, jadi solusi satu-satunya hanya carter mobil. Biasanya tarifnya antara 200rb sampai 250rb permobil, dan menurut pengalaman saya kemarin 440rb sudah antar jemput.

Tapi pertanyaannya, jika kesana tidak membawa rombongan gimana...???
Jangan kuatir, perjalanan saya kemarin juga tidak membawa rombongan, bahkan saya sengaja trip seorang diri. Dan menurut pengalaman saya saat sampai di stasiun Purwakarta disana pasti ada saja para pendaki yang hendak ke gunung Lembu. Kita bisa nebeng ikut bersama mereka untuk carter mobil bersama.

Kalaupun pahit-pahitnya kita gak menemukan rombongan karena kesana bukan di hari libur, kita bisa menggunakan jasa ojek, tapi tentunya dengan tarif yang lebih tinggi


Suasana di basecamp pendakian gunung Lembu.

Setelah sampai di basecamp pendakian gunung Lembu, kita bisa mendaftarkan diri disini, dengan tarif Rp 10.000,-
Di basecamp ini terdapat fasilitas yang sangat memadai, seperti toilet, tempat istirahat dan tidur, warung makan, charger HP, tempat parkir, mushola, air bersih, dll.

Sebelum mendaki, mendaftarkan diri dulu.

Setelah mendaftarkan diri dan istirahat, kita bisa langsung mulai mendaki. Perjalanan dimulai dari basecamp melewati jalur yang masih cukup landai dan disisi kiri dan kanannya terdapat hutan bambu. Setelah berjalan sekitar 15 menit dari basecamp kita akan sampai di pos Saung Ceria, ini bukan pos 1 hanya sebuah area camp atau camping ground yang cukup luas dan dengan sajian pemandangan yang sangat indah. Disini juga terdapat warung makan dan rumah pohon. Jadi bagi yang tidak membawa perlengkapan camping kita bisa makan di warung makan dan tidur di rumah pohonnya.

Trek awal pendakian, melewati hutan bambu.

Suasana di pos Saung Ceria.

Jika tidak mau berlama-lama disini kita bisa langsung melanjutkan perjalanan menuju pos 1. Dari Saung Ceria ini untuk menuju pos 1 hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja. Di pos 1 juga terdapat warung dan rumah pohon (gardu pandang), tapi rumah pohon di pos 1 cenderung sudah mulai rusak dan tidak beratap, jadi kita kudu berhati-hati untuk menaiki ke atas rumah pohon ini dan jika ingin bermalam di pos 1 ini direkomendasikan untuk tidur di warung makan yang ada di pos 1, karena di gardu pandang tidak layak untuk tidur, selain tidak ada atapnya juga keadaannya sudah mulai rusak.

Suasana di pos 1, banyak warung dan tempat tempat untuk istirahat.

Gardu pandang.

Di pos 1 banyak tempat sampah, so buanglah sampah pada tempatnya.

Dari pos 1 perjalanan dilanjutkan mengikuti jalur yang makin menanjak, dan hutan bambu pun berganti dengan hutan hujan tropis yang tentunya suasananya jadi lebih adem.
Setelah berjalan sekitar 35 menit kita akan sampai di pos 2.
Di pos 2 ini tidak ada area camp, tidak ada saung ataupun warung makan, hanya jalur biasa yang sempit namun cenderung datar. Disini juga tidak ada view yang bisa kita nikmati karena sisi kiri dan kanan hanya pepohonan, jadi ini bukan tempat yang tepat untuk istirahat berlama-lama.

Pos 2.

Dari pos 2 perjalanan dilanjutkan mengikuti jalur yang agak landai, mengikuti garis punggungan sempit namun tetap adem walau berjalan disiang hari. Setelah berjalan sekitar 15 menit kita akan sampai di Jalur Sangkar Elang. Dimana jalur ini kita bisa menikmati pemandangan yang cukup indah, didepan nampak puncak gunung Lembu yang dikelilingi waduk Jatiluhur disisi kiri dan kanannya.
Namun tepat sebelum jalur Sangkar Elang terdapat saung dan warung makan. Kita bisa istirahat disini untuk sekedar melepas lelah.

Saung dan warung yang bisa digunakan untuk istirahat.

Jalur Sangkar Elang.

Setelah melewati jalur Sangkar Elang perjalanan kembali nemanjak ekstrim, namun ditempat-tempat yang terjal itu biasanya terdapat tali pengaman untuk berpegangan saat kita mendaki. Dari jalur Sangkar Elang sekitar 20 menit kita akan sampai di puncak gunung Lembu.

Trek yang cukup terjal.

Dibeberapa titik terdapat tali pengaman.


Di puncak gunung Lembu ini tidak terdapat tanah lapang dengan view terbuka, namun sebuah area camp yang cukup sempit dan dikelilingi hutan, jadi puncak ini hanya untuk mendirikan tenda saja. Tapi bagi yang tidak membawa tenda sebaiknya perjalanan diteruskan mengikuti jalur yang cenderung menurun menuju Batu Lembu.


Puncak Lembu.


Area camp disekitar puncak.

Setelah berjalan sekitar 10 menit dari puncak, kita akan sampai di Batu Lembu, namun bagi yang tidak membawa tenda jangan kuatir, karena tepat sebelum Batu Lembu terdapat warung makan dan saung yang bisa kita gunakan untuk istirahat ataupun tidur.

Warung dan saung tepat sebelum Batu Lembu.

Setelah perjalanan dari basecamp dan beberapa kali istirahat yang memakan waktu sekitar 2 jam, akhirnya kita akan sampai di Batu Lembu, lokasi favorit yang dituju dalam perjalanan mendaki gunung Lembu. Karena disini kita bisa menikmati view yang terbuka dengan pemandangan yang spektakuler. Dimana kita berdiri diatas batu besar dengan pemandangan waduk Jatiluhur yang membentang, disebelah kanan nampak tebing Parang, didepan nampak kerambah ikan yang terapung ditengah-tengah waduk, hamparan waduk itu membentang hingga ke sisi sebelah kanan. Jika malam hari akan nampak indah karena kerlap-kerlip lampu kerambah tersebut penghias di kegelapan malam.

Selamat datang di Batu Lembu.

View di Batu Lembu.

Suasana di Batu Lembu.

Jika kita ngecamp di sekitar Batu Lembu, kita akan mendapatkan pemandangan seperti ini.

Menikmati keindahan suasana Batu Lembu.

Dan kalau sudah sampai disini gak selfie, rasanya kurang afdol, maka dari itu kita harus selfie sebanyak-banyaknya, biar kekinian... hahahaa...
berikut foto-foto selfie saya:













Jika review dan foto-foto diatas kurang bisa memberi gambaran tentang kondisi keadaan disana secara real, silahkan tonton video berikut ini...
Karena biasanya video mampu menyajikan gambaran secara nyata tentang suatu keadaan medan pendakian...


Atau kunjungi channel youtube kami https://youtu.be/2nZhG5HUHNY


Tips dan Info Lengkapnya
● jika ingin mendaki gunung ini sendiri atau tidak bersama rombongan, sebaiknya pas waktu hari libur, biar kita nebeng bareng rombongan lain.

● gunung ini memang tidak membutuhkan waktu tempuh lama, tapi bagi yang menggunakan transportasi kereta api, gunung ini tidak dapat dilaju dalam satu hari perjalanan. Kecuali bagi yang tinggal di sekitar Purwakarta dan dengan menggunakan sepeda motor. Jadi sebaiknya perjalanan dimulai pada hari sabtu dan pulang pada hari minggu.

● sepanjang jalur menuju puncak tidak terdapat mata air, jadi jika ingin mendirikan tenda diatas sebaiknya membawa air sepenuhnya dari basecamp.

● gunung ini mempunyai trek yang relatif aman dan tidak terlalu ekstrim, jadi mengajak balita dan anggota keluarga lain masih memungkinkan.

● jika hari libur biasanya suasana sangat ramai, tapi jangan kuatir tidak mendapatkan lokasi untuk mendirikan tenda, karena disekitar Puncak samoai Batu Lembu, walaupun sempit namun banyak titik-titik yang bisa untuk mendirikan tenda. So, jika sampai Puncak ternyata sudah penuh, jalan terus saja nanti pasti menemukan tempat untuk mendirikan tenda. Karena Puncak bukan titik akhir perjalanan.

● jika musim penghujan jalur cenderung licin, sebaiknya pakai sepatu treking. Tapi jika musim kemarau memakai sandal gunung masih tergolong direkomendasikan.

● jalur pendakian cenderung jelas dan tidak banyak percabangan alias tidak membingungkan, jadi mendaki seorang diri pun masih aman.

● gunung Lembu ini memang tergolong gunung yang mudah didaki, namun mempersiapkan fisik yang fit hukumnya wajib. Usahakan rutin latihan dan olahraga dua minggu sebelumnya.

● untuk logistik sebaiknya persiapkan dari rumah, karena di sekitar stasiun atau basecamp tidak terdapat pasar tradisional. Jika lupa belum membawa perbekalan saat carter mobil bilang sama sopirnya agar berhenti sebentar di pasar.

● untuk keuangan sebaiknya juga disiapkan dari rumah karena disekitar stasiun atau basecamp tidak ada mesin ATM, jika persediaan uang menipis sebaiknya bilang sama sopir untuk berhenti di gerai ATM, atau jika di stasiun kita bisa berjalan kaki mencari minimarket untuk mengambil uang cash.

● estimasi biaya: 
kereta lokal Rp 6.000 + carter angkot Rp 30.000 = Rp 36.000 (jadi kalo PP = Rp 72.000)
+ tiket masuk Rp 10.000 jadi total biaya perjalanan Rp 82.000
Masalah konsumsi bisa dikira-kira sendiri.

● gunung Lembu tergolong mempunyai jalur yang bersih, entah dari pendakinya yang sudah sadar akan kebersihan atau memang team relawan basecamp yang rutin membersihkan jalur pendakiannya, yang jelas jalur yang sudah bersih ini jangan dibikin kotor karena ulah kita yang tak bertanggung jawab dengan membuang sampah sembarangan. 

So, "bawa turun sampahmu, karena sampahmu adalah tanggung jawabmu..."

Mungkin ini saja review yang bisa saya sampaikan berdasarkan pengalaman perjalanan saya kemarin. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang ingin melakukan pendakian ke gunung Lembu.

Salam lestari dari saya, Ahmad Pajali Binzah.

************************************************
************************************************

Thanks for reading & sharing Ahmad Pajali Binzah

Previous
« Prev Post

32 comments:

  1. Abang, mau tanya, kalo camp 1 malam di gunung lembu ada biaya tambahannya ga?

    ReplyDelete
  2. Kalo ngecamp ada tambahan biaya yaitu 5rb, antah itu perorang atau perkelompok, saya kurang memperjelas...

    ReplyDelete
  3. kalo dari purwakarta naek motor berapa jam ya om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dari kota Purwakarta menuju basecamp perjalanan motor mungkin sekitar 40menit sampai 1jam perjalanan... kalau perjalanan saya kmrn naik angkot dan hari libur jadi kena macet dikit perjalanannya sekitar 1,5jam...

      Delete
  4. duh ramai banget ya di foto itu, beruntung saya waktu main kesana tidak terlalu ramai, bahkan tergolong sepi. main ke blog saya ya, cerita pengalaman main ke Gunung Lembu Purwakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups suatu keberuntungan tersendiri kalau kita dipuncak pas lagi sepi...

      Siap, blognya keren juga brother...

      Delete
  5. Halo, mau tanya kalau bawa mobil dari Bandung apa bisa parkir nginap di desa/basecamp sebelum naik ke atas? Trims.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas parkir disana 24jam...
      Tempatnya juga luas...
      Situasinya juga selalu ramai dan aman...

      Delete
  6. Replies
    1. Di sepanjang jalur gak ada mata air, otomatis di setiap pos tidak ada wc atau kamar mandi, karena memang gak memungkinkan...
      Untuk keperluan mck dll hanya ada di basecamp...

      Delete
  7. Salam kenal...

    mas.. Klo di Gn lembu ada retribusi tambahan, ndak?
    o.iya.. Kita rencana ke sana dengan mobil. Apakah ada alamat lengkapnya, mas?

    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diatas sudah saya jelaskan alamat lengkapnya:
      Gunung Lembu terletak di kabupaten Purwakarta, tepatnya di kampung Panunggal Rt 006 Rw 003, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
      Kalau udah sampai di Purwakarta tanya sama warga disana juga pasti banyak yang tau, atau kalau pingin lbh simpel bisa gunakan google map.

      Kalau masalah restribisi tambahan gak ada mbak, aman...
      Paling kalo bawa kendaraan pribadi kena biaya parkir..

      Delete
    2. Terima kasih banyak informasinya, mas.

      Delete
  8. Bagus nih. Kalau saya perempuan ke sana sendiri aman ga ya? Trus bener bisa nginep di saung alias nggak bawa tenda? Mohon infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk perempuan sebeenrnya aman2 aja, sepanjang perjalanan juga banyak pengunjung lain...
      Cuma biasanya kalau perempuan kadang agak risih kalau mau tidur disembarang tempat...
      Beda sama laki2 yg bisa tidur disembarang tempat...

      Tapi kalau ngomong sama tukang warungnya sii pasti diutamakan kalau perempuan, apalagi warung disana baik2 ibu2nya, tau saya sendiri juga responnya langsung baik, diberi selimut, tikar dll.
      Masalah Saung disana jumlahnya sangat banyak, dan kondisinya bnyk yg baru...

      Delete
    2. Semoga warung dan saungnya dijaga 24 jam ya. Makasih infonya!

      Delete
    3. Gabung yuk kak saya pgn ksana sama istri & adik saya rencana ngecamp sehari.. Minat wa aja ke 088212477292

      Delete
  9. Saya tanggal 10 april 2018 mau ke lembu ada yg mau bareng ga di stasiun Purwakarta, mau tanya bang. Ente naik kerata nya pesan online apa langsung pesan bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setau saya tiket kereta lokal gak bisa dipesan online...
      Dulu sempat ada wacana pesan online, tp setelah saya tanyake petugasnya ternyata gak bisa, wacana itu dibatalkan karena harga tiket dibawah 10rb tidak dapat masuk kalkulasi keekonomisan dan akan memberatkan server online...

      Delete
  10. Kang kalo disana ada tempat buat penitipan motor pribadi ga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada bro, ada 2 lokasi luas semua... adem lagi jd tinggal motor lama pun aman...
      Tapi untuk tarif saya kurang tau...

      Delete
  11. Kak saya mau tanya dulu pas berangkat lewat stasiun mana yah . Kebetulan minggu besok saya mau coba ke sana.. Minta info nya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kesana naik kereta dari stasiun Kota. Biasanya tiket dijual hanya di pagi hari sebelum jam 08.00 sebaiknya datang lbh awal karena tiket cepat habis...

      Delete
  12. Maaf bang, kalau untuk nginap semalem misalkan malem minggu nginap dulu di basecamp bisa? Soalnya rencana pagi naiknya
    Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di base camp ada tempat tidur...
      Di sekitar base camp juga bnyk warung yang nyediain tikar buat tidur di teras warung yg berbentuk gasebo...

      Delete
  13. Kalo mau liat sunrise bs gak bang. Rwncana mau kesana awal januari. Kalo ndaki pas malam hari apa harjs sewa porter ? Kira2 berapa biayanya ?? Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa liat sunrise, mendaki malam gak perlu sewa porter juga... bnyk yg daki malam,

      Delete
  14. untuk biaya ojek perkiraan brp ya bang ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. disaung pasti ada tempat tidur , takut kehabisan tempat atau gimana gitu , rencana saya gak bawa tenda

      Delete
  15. Masalah tempat tidur dan biaya transport sudah saya jelaskan mas, silahkan dibaca ulang... baik artikel maupun balasan komentar2 saya...

    ReplyDelete

recent posts