Pendakian gunung Cikuray berikut tips sebelum melakukan pendakian


Gunung Cikuray adalah salah satu gunung yang berada di daerah Garut, Jawa Barat. Gunung yang mudah diakses terutama dari ibu kota Jakarta karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, tapi walaupun tidak terlalu jauh untuk mencapai gunung ini akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika dibanding dengan mendaki gunung Gede-Pangrango, gunung Salak, gunung Halimun, bahkan ke gunung Ciremai.
Hal itu dikarenakan tidak ada angkutan umum yang bisa mengantar kita sampai di titik awal pendakian, kita harus mencarter mobil atau menggunakan jasa ojek yang tentunya membuat biaya perjalanan makin tinggi dibanding kalau ada trayek angkutan umum. Berbeda dengan gunung gede yang terdapat trayek angkutan umum sampai di Cibodas, sebagai titik awal pendakian gunung Gede dan Pangrango.

Untuk mencapai kota Garut dari Jakarta biasanya via terminal Kampung Rambutan atau via Lebak Bulus dengan jurusan terminal Guntur, Garut.
Dengan tarif Rp 52.000,- (bulan April 2015). Dan untuk yang berangkat lebih dari jam 11 malam sebaiknya menggunakan bus dari terminal Kampung Rambutan. Karena saat kami berangkat via Kampung Rambutan hampir jam 00.30 dini hari suasana disana masih sangat ramai.
(Untuk temen-temen dari daerah lain silahkan mencari informasi lagi tentang tranportasi menuju ke terminal Guntur)

Dari terminal Guntur biasanya perjalanan dilanjutkan dengan angkot 06 menuju Cilawu, dapat turun di Sukamulya atau Cigarungsang, lalu dapat dilanjutkan dengan jasa ojek untuk menuju Stasiun pemancar Rp.35.000/orang. Tapi berhubung perjalanan kami tepat saat long weekend (3-5 april) jadi diterminal Guntur sudah banyak berjejer mobil bak dan angkot dengan tujuan langsung ke pemancar, tarifnya pun sudah dipatok Rp 45.000/orang, karena saat itu memang banyak sekali pendaki yang baru tiba di terminal Guntur dengan tujuan rata-rata gunung Cikuray dan Papandayan. Jadi secara otomatis gak ada acara tawar menawar lagi masalah tarif, jika tidak mau mobil akan segera dipenuhi oleh pendaki lain. Dan juga jika dibandingkan naik angkot 06 dan dilanjut naik ojek biayanya pun akan beda tipis. Jadi mau tidak mau naik mobil carter inilah satu-satunya pilihan terbaik.

Perjalanan dari terminal Guntur ke stasiun pemancar memakan waktu kurang lebih 1 jam 10 menit. Stasiun pemancar ini adalah sebuah lokasi ditengah-tengah perkebunan teh yang berdiri menara-menara pemancar dari berbagai stasiun televisi, karena disini mungkin dianggap letaknya yang sangat strategis.
Tapi di tengah perjalanan menuju pemancar saat memasuki perkebunan teh kita akan bertemu pos perkebunan, di situ kita di suruh mengisi buku tamu dan dikenakan biaya Rp. 10.000/orang.

Tiket masuk perkebunan teh dan area hutan

Dengan biaya Rp 10.000,- sebagai restribusi suatu pendakian gunung memang tergolong standar, tapi kalau dilihat dari fasilitas yang ada terasa sangat memberatkan, karena biasanya dengan membayar biaya restribusi para pendaki akan mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan, seperti basecamp yang luas dan nyaman untuk beristirahat ataupun tidur, fasilitas kamar mandi dan toilet gratis, persediaan air bersih, fasilitas listrik untuk charger hape, DLL. Tapi di pendakian gunung Cikuray ini tidak terdapat basecamp yang memadai itupun setelah pendataan para pendaki disuruh mengisi kotak seikhlasnya.
(Maaf ini hanya sebagai referensi dan perbandingan)

Mobil carter yg baru sampai di pos pemancar, nampak background lereng gunung cikuray yg tertutup kabut, dan para pendaki yg sedang memulai pendakian

Setelah sampai di stasiun pemancar, kita bisa istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan perkebuanan teh yang cukup indah dan sejuk. Disini juga kita bisa mengambil persediaan air karena sepanjang jalur pendakian nanti tidak terdapat mata air. Disini juga tersedia toilet umum tapi saat kita masuk mau sekedar mengambil air bersih atau ke kamar mandi kita dikenakan biaya Rp 3.000,- tarif yang lumayan tinggi jika dibanding dengan pendakian ke gunung lain yang untuk mengambil air biasanya gratis tisss...
Tapi menurut informasi, jika pendaki tiba di pemancar pada malam hari, pintu menuju pengambilan air atau toilet tidak ada penjaganya.

Titik start pendakian, posisi disamping stasiun pemancar

Berjalan mendaki meninggalkan pemancar
Dari stasiun pemancar perjalanan dilanjutkan dengan treking melewati punggungan kebun teh, setelah melewati satu punggungan kita akan bertemu pos pendataan pendaki atau sering disebut basecamp, kita diwajibkan mengisi buku tamu lagi dan diwajibkan mengisi kotak seikhlasnya, lagi-lagi kita harus merogoh kantong, kali ini dana dimaksudkan untuk kebersihan oleh warga setempat.

Cecklis ulang di puncak bukit teh, nampak stasiun pemancar

Setelah dari pos ini perjalanan dilanjutkan menanjak mengikuti punggungan, kondisi jalan gersang, jika musim penghujan akan licin dan jika kemarau mungkin akan sangat berdebu. Tapi dari sini pemandangan sangat jelas, di atas akan terlihat punggungan yang mengarah ke puncak dan dibawah nampak perkebunan teh yang hijau dan di tengahnya terdapat stasiun pemancar.
Dari batas kebun teh ke pintu rimba memakan waktu sekitar 15 menit.

Jalur dari pemancar setelah melewati kebun teh menuju pintu rimba

Perjalanan dari pemancar ke pos 1 memakan waktu sekitar 50 menit, dan dari pos 1 ke pos 2 memakan waktu kurang lebih satu jam. Di pos 2 terdapat selter yang muat sekitar 3 tenda. Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 kita akan menghadapi medan yang makin curam dan sempit, karena jalurnya diatas punggungan tipis.


Pos 2, biasanya pos ini digunakan hanya sebagai tempat istirahat sejenak, karena masih terlalu jauh dari puncak, jadi jarang yang mendirikan tenda disini.


Rata-rata jalur pendakian ke puncak medannya sangat curam, bahkan saking terjalnya jalur, untuk mencari tempat untuk istirahat dan tidur sejenak saja sangat susah, tapi alhamdulillah kami nenemukan tempat yg bisa untuk menggelar jas hujan sebagai alas tidur dan meluruskan kaki.

Istirahat sambil menikmati pemandangan punggungan disebelah kanan jalur, disana hutannya pun masih sangat lebat dan alami

Setelah tidur kurang lebih 40 menit perjalanan dilanjutkan menuju pos 3, dari pos 2 ke pos 3 memakan waktu 1 jam 30 menit. (Diluar acara tidur siang)

Dari pos 3 kami mulai diguyur hujan

Hujan membuat jalur jadi becek dan semakin licin

Mungkin karena keadaan lembab dan becek, ditengah perjalanan kami juga menemukan cacing tanah yang panjangnya hampir satu meter

Dari pos 3 perjalanan dilanjutkan mendaki ke pos 4 dengan medan yang masih curam tapi masih ada beberapa titik yang landai, perjalanan sampai pos 4 memakan waktu sekitar 35 menit.

Dari Pos 4 Perjalanan dilanjutkan terus mendaki menuju Pos 5 membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan kemiringan yang lebih terjal seperti Pos 3 menuju Pos 4,

Walau hujan tetep narsis dulu di pos 5

Dari pos 5 ke dilanjutkan ke pos 6 dengan jarak yang tidak terlalu jauh, hanya sekitar 40 menit kita akan sampai di pos 6. Dari pos ini kita dapat melihat lereng ke puncak dengan jelas dengan hutan yang masih sangat menutup lebat.

Sekitar pos 6 hujan mulai reda tapi suasana masih diselimuti kabut

Dari pos 6 ke perjalanan dilanjutkan tetap menyusuri jalur punggungan yang sama, dengan medan yang terus menanjak, bahkan kita harus berpegangan akar-akar pepohonan. Perjalanan ke pos 7 memakan waktu sekitar 35 menit.
tapi karena perjalan dari pos 3 ke pos 7 ini kami  selalu diguyur hujan dan jalur menjadi sangat licin, perjalanan menjadi sangat lambat. Mungkin jika jalur normal waktu tempuh perjalanan estimasinya akan lebih cepat.

Pos 7, tidak ada shelter untuk tenda hanya ditandai pohon dengan plang bertuliskan pos 7

Di pos 7 ini tidak ada shelter sama sekali hanya pohon besar yang di tempel plang bertuliskan pos 7. Untuk membuka tenda kita harus melanjutkan perjalanan lagi sekitar 10 menit menanjak, mungkin juga ini yang disebut pos bayangan. Disini terdapat selter yang cukup luas yang bisa menampung sampai belasan tenda. Dan disepanjang jalur ke puncak juga terdapat shelter-shelter kecil yg juga bisa mendirikan tenda, bahkan di puncak juga bisa untuk mendirikan tenda.

Di atas pos 7 justru banyak lokasi untuk mendirikan tenda, disini juga masih banyak pohon besar sebagai pelindung dari terpaan angin

Dan disini pula tempat paling strategis untuk bertenda karena hanya dibutuhkan waktu sekitar 5 menit ke puncak.
Bahkan dari shelter ini ke puncak terdapat shelter-shelter kecil yang bisa untuk mendirikan satu sampai dua tenda.

Dan kami memutuskan mendirikan tenda di area yang tidak jauh dari puncak tapi di area yang masih terdapat banyak pohon-pohon besar, agar terhindar dari terpaan angin yang dingin.

Memasak di depan tenda

Alhamdulilah tempat kami mendirikan tenda sangat strategis, selain aman dari angin dan terik matahari, juga sangat dekat dengan puncak mungkin hanya butuh beberapa langkah mendaki kurang lebih 3 menit sampai puncak.

Jika dihitung total, perjalan dari pos pemancar  dimulai pukul 08.50wib dan tiba di tempat kami mendirikan tenda, pukul 17.30wib semua memakan waktu sekitar 8 jam 40 menit, tapi dari total waktu tersebut kami dijalan sempat tidur 40 menit, dijalur kami juga sempat memasak mie instan, dan di setiap pos kami pasti istirahat minimal 10 menit, seusai tanjakan tajam kami juga pasti istirahat (maklum pendaki manula :D) Apalagi di sepanjang perjalanan dari pos 3 selalu diguyur hujan yang menjadikan perjalanan makin lambat.
Jadi bisa dikira-kira sendiri estimasi waktunya jika hendak mendaki ke gunung Cikuray.

Setelah hari mulai gelap tenda kami telah berdiri dan menu makanan telah selesai dimasak. Setelah mengisi perut dan ngobrol-ngobrol santai dan dilanjutkan istirahat.
Setelah pukul 05.10wib alarm berbunyi dan kamipun bergegas menuju puncak untuk mengejar sunrise. Tapi kami kurang beruntung karena pagi itu cuaca masih mendung. Dan dipuncak telah dipenuhi puluhan pendaki yang juga menantikan saat-saat sunrise.
Tapi alhamdulillah pagi itu walau tak terlihat sunrise pemandangan masih cukup cerah untuk sekedar berfoto-foto ria.

Pemandangan dari puncak Cikuray, dengan background gunung Galunggung yang diselimuti kabut tipis

Bendera Batik Binzah berkibar di puncak gunung Cikuray 2821mdpl.

Menjelang siang nampak lautan awan membentang sejauh mata memandang

Di puncak pemandangan sungguh sangat menakjubkan, setelah berjibaku dengan jalur yang terjal dan sangat melelahkan, apalagi sepanjang jalan pandangan tertutup rimbunnya hutan, membuat kita surprise saat tiba di Puncak, seperti halnya seseorang yang ditutup kedua matanya sekian lama dan tiba-tiba setelah dibuka dihadapannya telah terpampang lukisan yang sangat indah...
Hati akan berdecak kagum, "Subhanallah.... Sungguh luar biasa...!!!"

Di puncak kita disuguhkan pemandangan dengan deretan pegunungan yg sangat indah yang diselimuti kabut tipis, diantaranya gunung Papandayan disebelah barat, gunung Guntur di sebelah utara, dan deretan gunung galunggung dan pegunungan Telaga Bodas disebelah timur laut.
Dari puncak juga terlihat sangat jelas kepadatan kota Garut, jika malam hari akan nampak kerlap-kerlip lampu-lampu kota.

Pemandangan kota Garut menjelang sunrise

Saya, dengan background gunung Papandayan

Gunung Galunggung dari sudut pandang yang berbeda

Gunung Guntur nampak dari kejauhan

Tepat di puncak Cikuray terdapat bangunan permanen. Yang mungkin difungsikan sebagai tempat berteduh bagi para pendaki yang tidak membawa tenda. Bangunan itu sangat kokoh dengan ukuran kurang lebih 3x3 meter, dengan atap beton sehingga banyak pendaki yang nekat memanjat ke atapnya.

Bangunan dipuncak Cikuray, nampak dari bawah

Bangunan di puncak Cikuray, banyak pendaki yang nekat memanjat atap. Padahal itu dilarang dan sangat membahayakan diri sendiri serta orang lain

Para pendaki di atap bangunan nampak siluet

Tapi saat melihat bangunan tersebut saya sendiri sangat heran, gak biasanya ada bangunan tepat dipuncak gunung. Yang membuat seakan menjadi canggung dan mengganggu pemandangan. Sangat mengurangi keeksotisan sebuah puncak gunung, karena biasanya puncak gunung ditandai dengan tugu atau sekedar gundukan batu atau plang/plat bertuliskan "puncak".

Dan karena bangunan tersebut suasana puncaknya menjadi pudar alias kurang greget.
Saat kami sampai di puncak Cikuray suasanya jadi tak seperti dipuncak gunung pada umumnya, para pendaki banyak yang naik ke atap bangunan tersebut.
Untuk view pun jadi terhalang dan kurang luas sudut pandangnya.
Tapi apapun itu, tujuan pembanguan gedung itu tentu baik, yaitu untuk berlindung para pendaki dari udara dingin di puncak. Dan saya sendiri sempat memanfaatkan bangunan tersebut saat mendadak turun hujan.
Tapi sekali lagi yang terbesit dalam benak saya adalah alangkah baiknya jika banguan tersebut tidak didirikan tepat dipuncak Cikuray  minimal kebawah dikitlah... heheheee... :D

Oiya untuk perjalanan turun dibutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan. Dan dibutuhkan kewaspadaan yang ekstra karena perjalanan turun akan lebih sulit dan menyita konsentrasi.

====================================

Kesimpulan pendakian gunung Cikuray:
* keadaan hutan yang masih alami dan terjaga, dari awal pendakian (batas pintu rimba) sampai ke puncak Cikuray, hutan masih sangat lebat dan jarang sinar matahari menembus ke bawah. Jadi tidak perlu membawa sunblock atau lotion penangkal sinar ultraviolet. Tapi jangan sekali-kali merusak hutan dengan membuat jalur baru.
* biaya perjalanan yang lebih besar dari pada ke gunung lain dengan estimasi jarak yang sama. Karena tidak ada angkutan umum yang menuju ke titik awal pendakian (harus carter mobil atau ojek) dan juga adanya biaya tambahan seperti uang masuk kamar mandi di pemancar, pungutan seikhlasnya di basecamp dan tiket masuk yang relatif mahal. Jadi harus persiapkan uang saku yang lebih.
* medan pendakian yang curam dan terjal sangat menguras energi, dibutuhkan persiapan fisik yang cukup. Dan jangan lupa memakai sepatu trecking.
* sampah yang berserakan dimana-mana dan anehnya banyak pendaki yang memasukan air urinnya kedalam botol, entah itu mitos dilarang kencing sembarangan atau males keluar tenda atau memang banyak pendaki yang jorok. Sehingga banyak botol-botol berisi air kencing berserakan dimana-mana. Ini sangat aneh dan sangat mengganggu, karena air itu sampai kapanpun tidak akan meresap atau teruraikan. Dan para team bersih gunung pun pasti akan enggan untuk memungut botol tersebut.
Dan terpaksa saya dan teman-teman berinisiatif untuk menumpahkan isi-isi botol tersebut.
Jadi bagi pendaki yang ingin kencing, kencinglah sewajarnya jangan mengotori hutan dengan botol-botol kalian. Dan untuk semua pendaki diharap membawa kantong sampah untuk membawa turun kembali sampah non organiknya.
* jalur pendakian yang cukup jelas dan satu punggungan, jadi untuk mendaki dihari-hari sepi pun jangan kuatir tersesat. Asal selalu mengikuti jalur yang sudah ada. Jangan menerobos hutan untuk potong jalur.
* tidak ada sumber mata air di sepanjang jalur pendakian, jadi para pendaki harus membawa air sepenuhnya dari stasiun pemancar. Minimal 8 liter/orang  atau kalau musim penghujan bawa payung atau plastik bersih untuk menampung air hujan.
* untuk suhu masih tergolong tidak terlalu dingin karena hutannya yang masih rapat jika dibanding gunun-gunung lain yang lebih tinggi dan gersang. Tapi tetap kita harus membawa jaket tebal dan sleeping bag.
* untuk tempat paling strategis mendirikan tenda adalah dari pos 7 sampai puncak, tapi sebisa mungkin hindari mendirikan tenda di puncak, karena selain udaranya yang sangat dingin dan kalo siangpun akan terpapar sinar matahari, juga sangat mengganggu pendaki lain yang hendak berfoto-foto, melakukan selebrasi atau sekedar berkeliling menikmati suasana puncak gunung.

Sekian dulu ulasan kami tentang pendakian gunung Cikuray, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya para pendaki gunung.

Jadilah pendaki yang santun, beretika dan peduli...!!!
Salam rimba, salam lestari....!!!
Saya Ahmad Pajali Binzah












=====================================
=====================================


BACA JUGA:

*****

Thanks for reading & sharing Ahmad Pajali Binzah

Previous
« Prev Post

84 comments:

  1. maksh infonya..renc tgl 7 agustus mo naik bro..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 bro... hati2 dijalan bro, semoga menjadi perjanan yg indah coz pemandangan memang sangat indah... :D

      Delete
  2. saya juga tgl 5 april kesana dan begitu banyak pendaki mana ujan dari siang sampe malem lagi tapi alhamdulillah cuma butuh waktu 5 jam buat sampe puncak. salam kenal cerpen nya bagus (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 bro...
      Iya waktu itu memang hujan seharian, makanya ane cuma ngringkel ditenda doank, hahhahaa...
      Makasih sudah baca cerpennya jg bro...

      Delete
  3. Saya niat 17 agustus disana mas. Makasih infonya sangat membantu

    ReplyDelete
  4. Terima kasih sudah mendeskripsikan sekian detil. InsyaAllah Tanggal 29 juli mulai naik. Doakan yaa

    ReplyDelete
  5. Sama2 brother...
    Hati2 djln, semoga perjalanannya menyenangkan, dan tanpa ada kendala yg berarti... Amin...

    ReplyDelete
  6. Ane 29,agustus trek via bayongbong

    ReplyDelete
  7. Gunung Cikuray sudah gak aktif bro, jadi gak ada kawah atau belerangnya... di puncak pun juga banyak pepohonan...

    ReplyDelete
  8. ane mau kesana tanggal 16 agustus bro,btw ada penitipan motor ga,soalnya ane rencana mau pke mtor dulu bang

    ReplyDelete
  9. ane mau kesana tanggal 16 agustus bro,btw ada penitipan motor ga,soalnya ane rencana mau pke mtor dulu bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu manjat kmrn, ane perhatiin gak ada yg pakai motor, berbeda dg gunung2 pada umumnya yg didekat basecamp nya pasti bnyk motor yg parkir....
      Inilah minusnya gunung ini, dijalan bnyk portal yg dibikin pemuda setempat, jangankan bawa motor, angkot yg gak biasa aja distop... transport yg bisa lewat cuma ojek dan mobil yg udah biasa carter, itupun harus bayar mel dulu diportal yg dijaga pemuda setempat...
      Itu sebabnya carter mobil disini harganya relatif mahal, udah dipatok 45rb net, gak ada tawar menawar lagi...

      Bahkan di titik pendakian gak ada basecamp yg memadai, ambil airpun bayar...

      Solusinya mungkin motor dititipin di rumah warga dikampung terakhir, trus ke pemancar nya jln kaki lwt kebun teh, tp jaraknya lumayan jauh, coz yg ane perhatiin bnyk pendaki yg jalan kaki...
      Atau untuk lebih pastinya, bisa nanya langsung ke penduduk setempat, motor bisa masuk atau tdk...

      Mksh, Semoga penjelasan ane membantu bro...

      Delete
  10. makasih bang, sekitar tgl 10 agst kesana insyaallah. makasih infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 brother... semoga perjalanannya menyenangkan...
      Seperti biasa, jangan lupa sampah dibawa turun lagi...

      Delete
    2. Terima kasih atas infonya
      Sangat bermanfaat
      Saya juga punya rencana insya Allah tanggal 16 agustus akan ke sana.
      Saya mau bertanya, apakah kalo mau mendaki harus booking dulu atau tidak usah ??
      Dan apakah bisaya masuk perkebunanya hanya 10.000 ??
      Mohon penjelasannya

      Delete
    3. untuk pendakian gak perlu booking dulu bro... langsung datang aja ke lokasi titik awal pendakian, karena di gunung Cikuray ini gak diberlakukan sistem kuota pendakian... untuk mendaki kita diharuskan membeli tiket masuk dulu sebesar Rp 10rb, tapi di basecamp kita didata ulang dan dipersilahkan mengisi kotak seiklhasnya...

      Delete
  11. Maaf mas bro sebelumnya cuman mau shering aja, ada yang mau naik gunung cikuray tanggal 15 atau 16 Agustus , klo ada info ke nomor ini ya 087830110392
    saya lagi nyari temen buat naik gunung cikuray, maklum anak pemula.

    maksih sebelumnya untuk yang punya blog ini mas ahmad pajali, salam kenal ya

    maaf ikut bikin pengumuman cz lagi nyari temen, maksih ya mas ahmad

    ReplyDelete
  12. Jalur mana om yg diperjalanannya ada air.. berat juga kalo harus bawa air dari bawah.. kalo 1-6 orang sih gak terlalu banyak.. tapi kalo sampe 20 orang kan harus bawa 7 galon huhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut info dari pendaki lain waktu dipuncak yang melewati jalur Cikajang, disana juga gak terdapat sumber air...
      Karena secara topografinya, gunung Cikuray memang berbentuk strato atau kerucut sempurna, jadi memang sulit menemui mata air di gubung seperti ini, kecuali kalo memang jalurnya memotong lembahan, tapi itu kemungkinannya sulit karena biasanya jalur akan selalu mengikuti satu punggungan yang menjurus ke puncak...
      Begitu bro menurut pandangan ane...

      Delete
  13. gan q promo in di blog q ya...thanks

    ReplyDelete
  14. Informasinya lengkap banget, gan! Makasih dan Insya Allah saya berlima tanggal 18 september nanti mau berkunjung kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih gan...
      Semoga perjalanannya menyenangkan, jangan lupa tetep safetyfirst... utamankan keselamatan...

      Delete
  15. Klo bawa mobil bisa dititip dimana, tau gak gan?tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, sepengamatan ane sepanjang jalur masuk dari pertigaan jalan (gang) menuju pemancar tidak ada pengendara motor atau mobil terakhir...
      Jangankan kendaraan pribadi, angkot carter yang gak biasa lewat situ gak diizinkan, dan yang biasapun disana dimintai mel...
      karena disenjang jalur ini banyak portal...
      Inilah perbededaan gunung ini dan gunung2 pada umumnya...

      Tapi ini hanya pendapat ane pribadi, untuk pastinya mobil bisa sampai pemancar atau tidak sebaiknya dipertigaan desa terakhir tanyakan ke penduduk lokal, mungkin mobil bisa titip disana...

      Delete
  16. Mantap,, jadi pengen nyobain daerah Jabar sekali2,, :D tp blm ada pasukan,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehee... yupz perlu dicoba...
      Coz gunung2 di daerah Jawa Barat hutannya cenderung lebat dibanding gunung2 di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang didominasi padang sabana...

      Seperti diketahui dari gunung Slamet ke barat sampai Sumatera cenderung hutan hujan tropis, dan ke timur cenderung hutan cemara kering yang didominasi padang rumput...
      Makanya dari gunung Prau, Sindoro-Sumbing, Merbabu, Lawu, Arjuna, Semeru sampai ke Rinjani dan pulau komodo kebanyakan padang sabana...

      Jadi bertualang ke gunung2 di Jawa Barat pasti punya sensasi yang berbeda... heheee...

      Delete
    2. wah iya pgen nyoba,, ntar kalau saya sm teman2 rencana pendakian ke Jabar bisa dianter g mas??

      Delete
  17. Numpang promo Mas Bro, temen ane punya jasa angkutan buat yg mau mendaki ke puncak Cikuray. Jasa angkutan dari terminal Guntur sampai dengan stasiun TV di Kebun Dayeuhmanggung. Untuk info bisa hubungi 085315252610 atau bisa inbox facebook saya http://facebook.com/dede.mahmud
    Trims.. smile emoticon

    ReplyDelete
  18. thanks kang ahmad infonya lengkap banget, sayapun punya rencana tgl 16Nov mau kesana, semoga selamat & ga ada halangan hehe
    Tapi mau tanya kang ahmad dari post pemancar kira2 bawa air brapa lt? pos pemancar itu didaerah bayombong bukan? thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanx bro sudah mampir ke blog ane..
      Semoga perjalanannya menyenangkan, berkesan dan selamat tanpa halangan apa2...

      Kalo masalah air, sesuai prosedur savety yang baku, sebenarnya setiap pendaki membutuhkan 4ltr/hari. Jadi kalo estimasi perjalanan dihutan selama 2 hari berarti membutuhkan air sebanyak 8ltr/orang...

      Tapi berhubung kemaren pendakian pas musim penghujan ane bawa air cuma 12 botol besar air meneral untuk 4 personel.

      Tapi untuk pendakian dimusim kemarau sebaiknya membawa persediaan air sesuai prosedur kebutuhan air harian...

      Kalo untuk pemancar ane kurang tau itu di daerah mana bro, coz waktu itu ane carter mobil langsung sampai di tkp...
      Jadi gak tau itu masuk wilayah mana... heheee...

      Delete
  19. Pacarku hari ini ngetrip ke Gn.Cikuray. Agak kuatir sih berhubung saya juga ga pernah naik gunung dan ga ngerti situasi juga kondisi disana gimana. tapi setelah liat review di blog ini alhamdulillah jd punya gambaran. Terima kasih bro infonya lengkap dan bermanfaat. Salam kenal :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupz, Insya'Allah aman gak terjadi apa2... coz disana jalurnya jelas dan hanya melewati satu punggungan, jadi gak ada percabangan jalur lain...

      Thanx sudah mampir ke blog ini, salam kenal juga... :)

      Delete
  20. Senior, ane mau tanya donk.
    Di pos pemancar ada masjid ngak??
    Rencana tgl 25 ane mau naek, tp abis shalat jumat,
    Nah berhubung dr jkt kamis malam, jd sampe d garut jumat pagi,,,
    Mohon info lokasi masjid terdekat dgn pos pemancar senior...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduhh ane bukan senior bro, cuma pendaki manula... hahhaa...
      Setau ane, di pemancar gak ada masjid bro,kalo tempat ada di warung banyak menyediakan temoat buat sholat...
      Mungkin di kampung terakhir sebelum masuk area perkebunan teh ada, cuma kalo kita carter mobil, biasanya mobil akan mengantar kita langsung sampai di pos pemancar...
      Itu aja bro yg ane tau, semoga membantu... :)

      Delete
    2. Tp kan ente dah duluan menginjakkan kaki k cikuray..
      Hehehe..

      Makasih banyak bro..

      Brati nanti ane enaknya istirahat d masjid deket terminal aja ya sambil nunggu jumatan.. atau naik mobil 06 sampai k gerbang desa cilawu n cari masjid d sana, abis jumatan br naik ojek sampe pemancar..

      Atau menurut senior gmana baiknya??

      Sekali lagi makasih banyak ni infonya...

      Delete
  21. Keren bro..tanks infonya sangat bermanfaat buat kami yg berniat ke gnung cikuray awal jalur pendakian dibuka kembali lg nnti..berkunjunglah ke pulau kami pulau sumatra.sapalah keindahan Mt.kerinci.mt dempo danau gunung 7 dan yg lainnya.salam asri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya'Allah kami ingin melancong kesana bro, do'akan saja biar lekas terwujud...
      Coz kami ingin menyapa keindahan alam disana...
      Salam lestari...

      Delete
    2. Ane udah pernah mampir ke dempo tapi cuma sampai pos 2 krn ada badai..kapan2 mau main kesana lagi..hehe

      Delete
  22. salam rimba bro... niat nanjak kesana dari kp.rambutan jakarta tggl 5feb.. kira2 butuh budget brp yh minim /orang.. buat estimasi aja,, thx info di atas sangat bermanfaat!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kebetulan perjalanan kemaren dalam rangka pengibaran bendera Batik Binzah, jadi budged dari ane semua, jadi pengeluaran mudah terkontrol, waktu itu kami satu team 4 orang, total budged sekitar Rp 600an...
      Itu pendakian bulan april 2015.
      Mungkin kalo sekarang kurang lebih 200rb cukup... lebihin jg makin meriah... hahaha...
      Semoga bermanfaat bro...

      Delete
  23. wahh cerita yang bagus gan, gunung yang membuat saya melehoy ya gunung cikuray. kapan kapan kita bareng trip ke gunung papandayan yuk.

    ReplyDelete
  24. luar biasa menditail sekali cerita agan, thx informasi nya agan,

    ReplyDelete
  25. thx banget infonya, gan, sangat berguna (y)

    ReplyDelete
  26. Makasih Info nya lengkap banget,,,,

    ReplyDelete
  27. terimakasih informasinya.. makin ga sabar mau kesana..
    kalo habis lebaran rame gak yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. 16 Juli rencana nanjak ke cikuray.. sampai ketemu disana kawan..

      Delete
  28. Infonya sangat bermanfaat untuk pendaki pemula kaya ane gan.. Tengkyu banget..

    ReplyDelete
  29. Syukron mas ahmad info nya. Rencana mau naek ni abis lebaran tgl 9 otw tanggal 10 naek tanggal 11 nya trun 😂 mohon do'a nya semoga selamat dan juga tdk terlalu ramai .. aamiin

    ReplyDelete
  30. Antara tanggal 8/9 mau ngedaki nih ada yang mau barengan munkin??

    Oiyya kak ahmad di cikuray ada tmpat penitipan motor gak ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo boleh menilai, menurut saya Cikuray gunung yg paling komersil...
      Jangankan bawa motor/mobil sendiri, kita carter angkot yg tidak kenal pemuda setemoat saja tidak diperbolehkan, jadi angkot2 yg mau narik ke pemancar hanya orang2 yg sudah kenal saja, itupun banyak portal yg meminta mel (pungutan liar).

      Oleh karena itu bagi pendaki berkantong cekak, banyak yg berjalan kaki dari gang kampung terakhir sampai pemancar yg berjarak sekitar 5km...

      Delete
  31. apakah kita dapat menemukan warung makan sebelum mulai pendakian (setelah turun dari ojek/mobil bak)?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, di daerah pancar banyak warung2 sederhana yang menyediakan makanan, seperti nasi, gorengan, kopi, mie cup, snack DLL...

      Di pos 1 sebelum pintu rimba juga ada satu warung juga...

      Menurut pengalaman saya, saat baru sampai di pemancar saya makan disini, diarea pemancar karena disini banyak pilihan warung, sekalian untuk sholat atau packing ulang sebelum mendaki...
      Tapi saat turun mendaki saya makannya di pos 1 karena warung ini warung pertama kali kita temui dari atas...

      Delete
  32. ada contact orang cikuray nya mas..? rencana akhir agustus mau muncak nih..

    ReplyDelete
  33. Maaf kang... mau nanya.. kira2 disana tempat nyewa tenda ada gak ? Maklum belom lengkap peralatan nya kang. Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di basecamp pemancar gak ada, soalnya disana lokasinya ditengah kebun teh...
      Tapi kalo di kota Garut nya ada...
      Kalo gak salah pernah ngobrol sama temen, di depan terminal ada basecamp anak2 pendaki Garut yg juga siap merentalkan perlengkapannya, bahkan siap jadi guide pendakian...
      Cuma tempatnya dimana saya kurang paham, pokoknya depan terminal Guntur, Garut...
      Tapi untuk sewa tenda sebenarnya di Garut banyak, yg sudah komersil dan terkenal seperti:
      Tental outdoor gear Garut,
      Yg alamatnya di Jl. Jend. A. Yani No.22 Kec. Garut Kota 44118 (Samping Masjid Agung Garut)
      Call/SMS/WA : 08992688000
      PIN BBM : 54F77A3

      Delete
  34. Kang rencana tim kita mau ke gunung cikuray tgl 17 september kira-kira cuaca disana extreme gak ya kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya' Allah aman mas, coz pertengahan September biasanya cuaca sudah agak bersahabat...
      Tapi untuk mengantisipasi tetap sediakan jas hujan karena kemungkainan masih terjadi hujan...
      Semoga perjalanannya berkesan dan menyenangkan... salam lestari...

      Delete
  35. Dari kampung rambutan naiknya bus apa om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik bus jurusan terminal Guntur, Garut.
      Di terminal Kampung Rambutan banyak, nunggu dipintu jeluar saja biar busnya gak lama ngetem...
      Jam 12malam pun bus masih ada, memungkinan 24jam trayeknya...

      Delete
  36. Sharing kang, Sy baru dari cikuray 22 jan 2017 kemarin..skrg di pos 6 ada tenda petugas yg menyediakan air.

    https://senjadsee.blogspot.co.id/2017/01/pendakian-gunung-cikuray-via-pemancar_27.html

    Salam rimba, salam lestari :)

    ReplyDelete
  37. cari barengan dari jakarta tgl 1 maret kalo ada yg minat silahkan hubungi : 089682562051(WA)
    pin BBM : D2D0DD52

    ReplyDelete
  38. terima kasih informasinya, sangat membantu, ada rencana kesana setelah lebaran.

    mau tanya kang, waktu disana ada cerita mistis atau semacamnya kah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah selama saya mendaki, tak sekalipun mengalami hal-hal yang berbau mistis,
      Bahkan saya pernah mendaki ke gn. Slamet seorang diri thn 2005 (waktu itu blm seramai sekarang dan umur saya masih belasan tahun).
      Dua bulan yg lalu saya juga mendaki sendiri ke gunung Lembu (disana mlm hari saya berjalan sendiri melewati bnyk petilasan dan makam keramat) alhamdulillah juga gak ada kejadian2 aneh...
      intinya adalah niat, kalau niat kita mendaki untuk sekedar berwisata dan mendekatkan diri pada alam, insyaAllah tidak akan terjadi apa2...
      Semoga membantu:)

      Delete
  39. Puncak Cikuray terakhir tahun 1994(karena 3x kesana 92-93) suasananya asri banget meskipun disana berdiri sebuah tower(mungkin dulunya relay transmisi tvri). Semak2 masih rimbun, edelweispun tumbuh banyak disitu malah sampai agak kebawah(shelter terakhir yg biasa untuk mendirikan tenda). Tapi setelah sekitar 23 tahun berlalu,naik lagi dibulan april 2017...suasana jauh berbeda, yang dulu asri sekarang tak indah lagi,yang dulu sepi sekarang mirip pasar bahkan makam petilasanpun sepertinya ga ada lagi tergusur para pendiri tenda. Begitulah kondisi puncak Cikuray dulu dan kini....
    #Aboth di usia 45 tahun mencoba kembali ke Cikuray#

    ReplyDelete
  40. Dan klo mau trek pendakian cikuray yang sesungguhnya,coba naik dari kampung Barugantung Desa Sukarame,gerban masuk setelah pasar Cilimus.
    Itu trek yg ga ada bonus dan pos istirahat sepanjang jalan,pokoknya mantap banget...

    ReplyDelete
  41. Gunung Cikuray emang sadis pemandangan nya, tetapi kalau udah dipuncak.haha Jalurnya bikin bete karena enggak kelihatan apa apa, beda saya gunung papandayan yang menawarkan spot pandangan yg gokil. Pokonya top dah 22 ny.
    Punya kekurangan dan kelebihan. Itu love garut

    ReplyDelete
  42. Kang punten bade tumaros , ai digunung cikuray ada tempat parkir motor kang?
    Rencana bade naek ka gunung cikuray

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setau saya gak ada tempat parkir bro...
      kalaupun ada gak bisa sampai di pemancar, coz jalan menuju Pemancar bnyk portal yg dijaga pemuda setempat untuk dimintai mel...

      Delete
  43. wahh info yang sangat berguna nih, nanti akhir bulan ini saya mau ke Cikuray. katanya via pemancar banyak pungli, dan ternyata setelah baca blog ini benar adanya haha banyak bgt punlinya. Tapi kalau dibilang mahal, mahalan Papandayan sih bro, main deh ke blog saya : Pendakian Gunung Papandaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, jangan lupa sediakan kopi nanti saya mampir... hahahaa...

      Delete
  44. Rencana november/desember mau kesana,. Tapi kira2 aman gak ya cuacanya? Dan jalur yg paling enak itu lewat jalur mana ya gan? 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menganut musim, seharusnya Desember sudah masuk musim penghujan...
      Tapi akhir2 ini siklus musim cenderung mundur, kemungkinan Insya'Allah Desember belum memasuki musim penghujan ekstrim...
      Jalur paling enak menurut saya yaa pemancar, walau treknya cenderung curam tapi sepanjang jalan adem karena jalur tertutup kanopi hutan...

      Delete
  45. Bro minta info bro kira" per orng hbis biaya berapa yaaa terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah saya jawab di komentar2 sebelumnya, coba dicek aja bro komentar diatas...

      Delete

recent posts